Di Indonesia seseorang yang memilih untuk menjadi single terkadang malah sering dipandang sebelah mata bahkan di bully oleh teman-temannya. Fenomena mem-bully orang yang single atau jomblo sudah bukan menjadi hal yang tabu lagi, bahkan hampir terjadi di mana pun dan di semua lapisan masyarakat. Mulai dari sekolah, kampus, tempat kerja dan lain-lain. Orang-orang yang mem-bully pun juga bervariatif, mulai dari teman dekat, teman kerja, tetangga, bahkan keluarga sendiri. Ada sebagian dari mereka yang mengatakan kalau single dengan jomblo itu berbeda, single itu adalah prinsip kalau jomblo cenderung ke nasib. Tapi ada yang perlu anda ketahui kalau single dengan jomblo justru lebih banyak kesamaannya daripada perbedaannya. Sebagian orang juga mengklaim bahwa dirinya single bukan jomblo demi gengsi semata. Lalu apakah kita harus malu kalau memang kenyataannya kita memang tidak memiliki pasangan? Apakah kita harus memiliki pasangan demi untuk menghindari rasa malu tersebut?